kompleks keraton ratu boko di jogja

Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu tempat peradaban kerajaan Hindu – Buddha pada masa lalu. Banyak sekali berbagai peninggalan kejayaan kerajaan agama Hindu – Buddha disana yang masih terjaga hingga saat ini, baik berupa kompleks candi, arca, hingga yoni. Selain Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Candi Mendhut, terdapat sebuah kompleks candi yang diyakini memiliki cerita masa lalu yang unik. Kompleks candi yang berada di Sleman, Yogyakarta tersebut adalah Candi Ratu Boko. Seperti apa Candi Ratu Boko ini terjadi, dan bagaimana perkembangannya hingga saat ini? mari simak artikel berikut.

Sejarah Candi Ratu Boko?

Kompleks Candi Ratu Boko atau yang biasa disebut dengan Ratu Boko Park merupakan komplek candi yang berada di kelurahan Bokoharjo. Situs candi ini terdapat di atas perbukitan yang berada di atas 196 mdpl, berbeda dari candi pada umumnya yang terletak pada daerah yang datar hingga landai. Candi ini dibangun sekitar abad ke-8 masehi dengan pengaruh corak dari agama Hindu – Buddha pada masa Dinasti Syailendra. Konon, candi ini dibangun oleh seorang raja yang bernama Rakai Panangkaran yang beragama Budha pada masa Dinasti Syailendra. Namun, setelah komplek candi ini selesai dibangun, Sang Raja Rakai Panangkaran turun dari tahtanya dan memilih menjadi seorang pertapa.

Penerus Rakai Panangkaran merupakan seorang raja beragama Hindu, hingga akhirnya sedikit mengubah arsitektur dan ornamen pada beberapa area kompleks. Perubahan ini juga sebagai wujud toleransi beragama saat itu, karena candi ini dapat digunakan untuk beribadah agama Hindu maupun Buddha. Pembangunan kompleks candi ini memiliki susunan aristektur yang berbeda dengan kompleks candi pada umumnya. Karena terdapat berbagai tempat khusus yang lebih menyerupai susunan arsitektur sebuah keraton atau kerajaan. Sehingga banyak yang menyebut situs ini sebagai Keraton Ratu Boko, yang saat ini telah membatu menjadi sebuah peninggalan bersejarah.

Daya Tarik Kompleks Candi Ratu Boko?

kompleks keraton ratu boko bercorak agama hindu
Salah satu sudut area pendopo masih berdiri tegak di situs Keraton Ratu Boko.

Kompleks Candi Ratu Boko memiliki area yang luas diatas perbukitan dengan bangunan keraton dan reruntuhannya yang masih cukup terjaga. Meski berupa situs keraton yang telah lama membatu, situs ini menjadi wadah edukasi / penelitian hingga spot fotografi dengan value tinggi. Area kompleks di Ratu Boko Park yang sangat menarik bagi wisatawan adalah Gerbang Utama Komplek Candi. Gerbang utama komplek candi ini menjadi daya tarik utama hingga menjadi icon Candi Ratu Boko. Gerbang utama yang terdiri dari 5 gapura besar dengan ukiran-ukiran indah menjadi area foto yang paling menawan. Gapura ini menjadi spot foto utama khususnya untuk prewedding yang romantis saat matahari terbenam.

Selain gapura, terdapat pula area paseban yang dahulu digunakan sebagai tempat menghadap raja. Area ain yang menarik adalah terdapat pendapa sebagai tempat penerimaan tamu kerajaan dengan area terbuka bertembok tinggi. Ada lagi area private untuk putri-putri raja pada masa lalu yang biasa disebut dengan keputren. Area keputren ini juga terdapat kolam untuk bersuci dan mandi dengan bentuk persegi dan bundar. Di sudut lain dekat dengan gapura, terdapat satu tempat yang sangat menarik bagi pengunjung yaitu Candi Pembakaran. Candi Pembakaran ini diyakini digunakan sebagai tempat kremasi hingga tempat sesajen dan persembahan pada ritual keagamaan. Ada juga sumur tua yang biasa disebut dengan Sumur Amerta Mantana yang hingga saat ini masih digunakan sebagai sumber air suci pada upacara keagamaan agama Hindu.

harga tiket candi ratu boko dengan tiket terusan
Terdapat beberapa kolam pada area keputren, tempat private bagi putri-putri raja.

Aktifitas di Ratu Boko Park

Keindahan kompleks Keraton Ratu Boko tidak akan cukup di eksplor dalam satu hari. Hal ini karena setiap sudut area kompleks keraton seluas 25 Ha memiliki daya tarik yang luar biasa magis. Apalagi menjelang matahari terbenam, Anda dapat menikmati sunset yang indah dengan warna langit jingga menghiasi kompleks candi dan kota Jogja. Berbagai kegiatan dapat Anda lakukan di Ratu Boko Park, mulai dari kegiatan mempelajari sejarah masa lalu kompleks candi ini hingga trekking. Beberapa event juga sering diadakan oleh pengelola Ratu Boko Park seperti pertunjukan wayang orang, apresiasi seni budaya Jawa, hingga workshop. Selain kegiatan tersebut, Anda juga dapat menikmati kuliner lezat di Andrawina Resto Keraton Ratu Boko saat sunset tiba. Makan malam diarea keraton kuno saat matahari terbenam, tentu akan menjadi pengalaman yang extraordinary bagi Anda dan pasangan.

Harga Tiket dan Lokasi

Bagi Anda yang ingin mengunjungi Komplek Candi Ratu Boko, Anda dapat membeli tiket secara online maupun on the spot. Harga tiket masuk taman wisata Ratu Boko ini cukup terjangkau, yaitu Rp 40.000,- untuk dewasa dan Rp 20.000,- untuk anak usia 3-10 tahun. Selain itu terdapat tiket terusan bagi Anda yang ingin mengunjungi candi lain seperti Candi Prambanan dan Candi Borobudur. Tiket terusan Ratu Boko – Candi Borobudur ditarif Rp 75.000,- untuk dewasa dan Rp 35.000,- untuk anak usia 3-10 tahun. Sedangkan tiket terusan Ratu Boko – Candi Prambanan sebesar Rp 85.000,- untuk dewasa dan Rp 40.000,- untuk anak usia 3-10 tahun. Harga tiket masuk tersebut berlaku untuk wisatawan lokal, sedangkan untuk wisatawan mancanegara berbeda.

Tiket terusan tersebut memang jauh lebih murah daripada hanya membeli tiket masuk ke Ratu Boko Park saja. Apalagi jarak taman wisata Ratu Boko tidak jauh dari kompleks Candi Prambanan yang haya berjarak 3 km saja. Yaitu di Dusun Bokoharjo, Jl. Raya Piyungan – Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman. Untuk tiket terusan Ratu Boko – Borobudur memiliki masa berlaku hingga 2 hari. Sehingga Anda masih dapat menggunakannya 1 hari sejak Anda membeli tiket terusan. Anda dapat mengunjungi Ratu Boko Park setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.