Klaten dan Yogyakarta merupakan dua wilayah yang berdampingan sehingga memiliki keidentikan kuliner yang senantiasa lezat dengan harga terjangkau. Berbagai menu kuliner khas Klaten memiliki kemiripan dengan beberapa daerah di Yogyakarta seperti olahan daging kambing hingga minuman lezat. Salah satu menu kuliner yang banyak dijual di Yogyakarta dan Klaten adalah Dawet Bayat. Minuman tradisional yang terkenal lezat ini merupakan salah satu kuliner yang mudah ditemui di Yogyakarta maupun Klaten. Bahkan hampir setiap jalan Boyolali – Yogyakarta, Anda dapat menemui penjual minuman lezat ini. Penasaran seperti apa Dawet Bayat ini? Mari simak artikel berikut sampai selesai.
Asal dari Dawet Bayat yang Fenomenal
Jika Anda menebak nama Dawet Bayat identik dengan nama Kecamatan Bayat yang ada di Klaten, Anda tidak salah. Dawet Bayat merupakan menu kuliner Klaten yang berasal dari Kecamatan Bayat yang telah ada sejak era kolonial Belanda. Bukan hanya sekedar menu kuliner khas, tetapi minuman tradisional yang lezat ini pernah menjadi alat dagang pada zaman penjajahan. Pada jaman dahulu, semangkok dawet dapat ditukar dengan barang kebutuhan pokok seperti beras, kacang, dan kebutuhan harian lainnya. Tidak hanya digemari orang lokal, ternyata digemari oleh penduduk Belanda dan orang-orang Eropa. Hal ini membuktikan bahwa kelezatan dawet ini dapat diterima semua lidah meski disajikan secara sederhana.
Meski dawet ini berasal dari Klaten, namun minuman tradisional berkuah santan kelapa segar ini sangat terkenal di seantero Jogja. Hal ini karena Kecamatan Bayat terletak di sisi selatan Kabupaten Klaten yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari letak geografis tersebut, membuat Dawet Bayat dijajakan di wilayah Yogyakarta, khususnya di Gunung Kidul hingga Prambanan yang ramai dengan wisatawan. Dari kunjungan wisatawan inilah dawet dari Klaten ini semakin dikenal banyak orang secara gethuk tular. Hingga saat ini, Dawet Bayat masih sangat diminati oleh wisatawan yang berkunjung ke Jogja dan Klaten.
Seperti Apa Dawet Bayat ini disajikan?

Foto. Ery Lukman H. / Vivo V40 5G
Pada umumnya pedagang Dawet Bayat menyajikan dawet ini dengan menggunakan mangkok keramik kecil maupun gelas. Tetapi beberapa pedagang membuat penyajiannya lebih menarik dengan menggunakan mangkok dari batok kelapa. Penggunaan mangkok batok kelapa ini membuat penampilan dawet lebih klasik. Jika Anda ingin membuat rasa dawet ini lebih segar, Anda dapat menambahkan es pada saat disajikan. Kesegaran kuah santan yang menyatu dengan gula merah bersama es, yang secara alami meningkatkan kenikmatan es dawet. Beberapa pedagang juga menambahkan potongan nangka untuk meningkatkan aroma dan citarasa dawet menjadi lebih nikmat.
Harga dan Lokasi Penjual Dawet
Dawet Bayat telah menjadi menu kuliner legendaris yang telah diwariskan oleh nenek moyang masyarakat Klaten hingga saat ini. Meski menjadi kuliner legend, minuman bersantan dengan cendol pati onggok ini dijual dengan harga terjangkau. Anda hanya perlu membayar Rp 4.000,- s/d Rp 6.500,- untuk satu mangkok Dawet Bayat. Dalam satu mangkok dawet, Anda akan mendapatkan cendol alami dari pati onggok dan tape ketan yang disiram dengan kuah santan berpemanis gula merah. Anda juga dapat menambahkan es batu untuk membuat dawet ini semakin segar ketika melewati tenggorokan. Meski cukup sederhana, namun rasa dawet ini sungguh sangat istimewa. Apalagi semua bahan baku yang digunakan berasal dari alam tanpa bahan pengawet dan pemanis buatan. Tentu minuman lezat dari bayat ini menjadi pilihan tepat sebagai pelepas dahaga ditengah gempuran produk minuman kekinian dengan bahan baku sintetis dan pemanis buatan.
Bagi Anda yang ingin menikmati kesegaran es Dawet Bayat, Anda dapat mengunjungi sentra penjualan dawet ini di Prambanan. Letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan, yaitu di jalur lambat Solo – Jogja (Jl. Kalasan), berseberangan dengan Juru Supit Bogem. Pada jalan Kalasan ini terdapat puluhan pedagang dawet yang dapat memuaskan dahaga Anda. Beberapa pedagang juga menawarkan menu jajanan lain yang layak Anda coba seperti tahu petis hingga mendoan. Jangan khawatir, semua harga di setiap pedagang dawet ini sangat ramah dikantong.

Foto. Ery Lukman H. / Vivo V40 5G
