Yogyakarta khususnya di wilayah Gunungkidul merupakan salah satu area yang termasuk pada Kawasan Geopark Gunung Sewu. Kawasan Geopark Gunung Sewu merujuk pada kawasan bentang alam perbukitan kapur (karst) yang luas. Geopark Gunung Sewu memiliki situs geologi (geosite) yang membentang dari Wonogiri (Jawa Tengah), Pacitan (Jawa Timur), Gunungkidul (Yogyakarta). Kawasan yang luas ini membentuk taman bumi kelas dunia (UNESCO Global Geopark) dengan “Seribu Gunung” sehingga disebut dengan Geopark Gunung Sewu. Salah satu situs geologi yang sangat terkenal adalah Gunung Api Purba Nglanggeran yang ada di Gunungkidul. Seperti apa Gunung Api yang juga disebut dengan Gunung Merapi Purba ini? Mari simak artikel berikut.
Apa itu Gunung Api Purba Nglanggeran?
Gunung Api Purba di Nglanggeran menjadi salah satu geosite yang ada di Gunungkidul bersama dengan geosite lain seperti Goa Pindul, Pantai Baron, Pantai Kukup, dan Pantai Krakal. Perbukitan kapur yang ada di Gunung Merapi Purba jni diyakini sebagai sisa-sisa gunung api purba. Hal ini didasari dari beberapa penelitian yang menyebutkan perbukitan tersebut merupakan sisa-sisa gunung berapi aktif sekitar 60-70jt tahun lalu. Sisa-sisa gunung berapi purba tersebut membentuk deretan bukit yang indah dengan batuan karst alami. Keindahan perbukitan karst ini menjadi daya tarik pariwisata baik untuk penelitian hingga wisata alam yang indah. Saat ini kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran telah dikelola oleh Bumdes menjadi kawasan ekowisata serta desa wisata yang menarik banyak pengunjung.

Photo : Ery Lukman Hadi / Nikon
Ada apa saja di Kawasan Gunung Api Purba?
Kawasan Gunung Api Purba di Nglanggeran menyimpan berbagai keindahan pada setiap wilayahnya. Tidak hanya keindahan perbukitan karst, tetapi juga terdapat daya tarik lain seperti adanya embung serta mata air abadi yang masuk dalam konsep geoheritage. Jika Anda memasuki kawasan ini, Anda tidak hanya dapat menikmati sunrise dan sunset dari puncak Gunung Gede (puncak dari gunung api purba), tetapi menikmati ekowisata lainnya.
Anda dapat melihat keindahan Embung Nglanggeran yang berada tepat di bawah perbukitan gunung api. Anda juga dapat menemukan sebuah mata air yang tak pernah kering / mata air abadi yang biasa disebut dengan Mata Air Comberan. Embung dan mata air ini menjadi salah satu sumber pengairan bagi warga di kawasan Nglanggeran yang mayoritas bercocok tanam. Mata Air Comberan juga disakralkan oleh penduduk setempat, karena banyak yang meyakini bahwa mata air ini erat hubungannya dengan nama desa Nglanggeran.
Selain terdapat mata air dan embung, di sisi selatan Gunung Api Purba terdapat air terjun musiman yang bernama Air Terjun Kedung Kandang. Air terjun yang hanya muncul saat musim penghujan ini memiliki view yang indah karena bersebelahan dengan sawah terasering. Di sepanjang jalur Air Terjun Kedung Kandang menjadi jalur trekking yang menawan bagi wisatawan.
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka
Bagi Anda yang ingin mengunjungi kawasan Gunung Api Purba, Anda dapat mengunjunginya setiap hari kapanpun Anda mau. Karena kawasan ini buka 24 jam dan terbuka untuk umum. Untuk pembelian tiket masuk dapat dilakukan secara online maupun on the spot. Tiket masuk Gunung Api Purba sangat terjangkau yakni Rp 15.000,-/orang, begitu pula tiket masuk embung yang hanya Rp 10.000,-/orang. Selain tiket yang dibeli secara on the spot, Anda dapat menunjukkannya kepada penjaga ketika sudah sampai area wisata. Dengan tiket yang terjangkau ini, Anda dapat menikmati sunrise/sunset dengan udara yang sejuk. Dan apabila beruntung, Anda juga akan bertemu dengan gerombolan monyet yang berhabitat di sekitar perbukitan.

Photo : Ery Lukman Hadi / Nikon
Joglosemar.id sarankan untuk mengunjungi Kawasan Gunung Merapi Purba ketika dini hari pada jam 02.00 – 03.00 WIB. Hal ini karena pemandangan menjelang pagi dari puncak Gunung Gede (700 mdpl) ataupun Embung Nglanggeran sangat indah. Apabila Anda beruntung, Anda dapat menyaksikan bintang-bintang dari atas perbukitan gunung api ini, baik secara langsung maupun menggunakan teropong. Lokasi ini menjadi salah satu spot favorit fotografer landscape untuk mendapatkan foto milky way.
Kesimpulan
Meski sebagai kawasan edukasi dan konservasi berupa kawasan Geopark Gunung Sewu, kawasan gunung api purba menyimpan keindahan alam dan manfaat bagi warga sekitar. Bukan hanya sebagai kawasan edukasi dan konservasi, kawasan Gunung Api Purba menjadi salah satu sumber perekonomian bagi warga sekitar. Baik sebagai kawasan ekowisata maupun sebagai sumber penghidupan melalui desa wisata yang telah diakui oleh UNESCO. Perbukitan karst juga menjadi trek terbaik bagi pendaki pemula yang ingin menikmati golden hour saat sunrise maupun sunset. Beberapa faktor di atas menjadi alasan kenapa Gunung Merapi Purba di Nglanggeran menjadi geosite dan ekowisata yang perlu Anda kunjungi
